Tetaplah Jelita

Setiap perempuan menyimpan kecantikannya masing-masing. Cantik yang bukan sebatas rupa. Tapi cantik yang jelitanya mampu dirasakan orang-orang sekitarnya.

Dengan optimisnya, ia redakan tangisan anak-anak pelosok pulau yang kehilangan ibu bapak, lalu mengukir tawa dan cinta untuk mereka.

Dengan sabarnya, ia menjadi perempuan pertama yang dicari ketika seorang nenek ingin bercerita, meski ceritanya berkali-kali sudah ia sampaikan. Sabar itu tetap mendengarkan.

Bersama tunduk malunya, ia simpan rasa-rasa kagum dan bangga akan keberhasilan dan kebahagiaan teman-teman seperjuangannya. Cukup doa-doa baik yang tersalurkan untuk mereka yang ia cinta.

Bersama ceria dan ungkapan-ungkapannya, ia bebincang hangat dengan saudara dan keluarganya, menjadi pelipur kala lara, menjadi pengingat kala lupa.

Dengan kepandaiannya, ia selamatkan mimpi-mimpi mereka yang hampir putus asa. Merunduk dan berbisik pelan mensyukuri pencapaian-pencapaiannya, namun bersorak bahagia memberi selamat mereka yang meraih harapannya.

Ya, setiap perempuan memiliki kecantikan masing-masing. Dan yang menjadikan ia jelita serta pesona adalah bagaimana ia menuai kebermanfaatan melalui peran-perannya.

Ia bukan berarti tak pernah jatuh. Tapi ia mampu bangun meski luka-luka menggores kehidupannya.

Ia bukan berarti tak pernah marah. Tapi kasih sayangnya yang terbilang lebih meredakan kecewa-kecewa dalam hati.

Ia bukan berarti tak pernah salah. Tapi malunya berkali-kali menegur dan mengajak diri untuk terus menginsafi lalai-lalai.

Ia bukan berarti pemilik followers dan likes terbanyak di seantero sosial media. Tapi yang pedulinya meluas menyapa mereka yang membutuhkan, hingga menghadapi realita lebih ia syukuri.

Ia juga bukan penerima sanjungan dari sana-sini. Tapi doa dan nasihat orang-orang yang tulus menyayanginya cukup menjadi penguat diri dan inspirasinya.

Ia adalah sebaik perhiasan, jika iman menjadi muara jiwanya, takwa sebagai pakaiannya, dan sholihah merupa perangai akhlaknya.

Maka bagi para perempuan, cukupkan kekhawatiran-kekhawatiran yang menghambatmu serta tetaplah jelita. Tetaplah menjalani hidup ini sepenuh syukur dan kesabaran.

|| Salam manis, 050716

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: