Ibnu Jauzi pernah berkata dunia itu bagai bayangan. Tak akan bisa kita menggapainya ketika kita mengejarnya. Sebaliknya, saat badan ini berbalik, lihatlah apa yang terjadi; bayangan yang akan terus mengikuti kita. Setia.

.

Begitu juga dengan kehidupan ini. Kala tujuan kita berbatas hanya sukses di dunia, yakinlah tak ada sesempurna bahagia yang terasa. Hampa. Saya pribadi pernah merasakannya. Ketika kesibukan dunia memalingkan kita dari mengingat Allah, apa yang terjadi?

.

Menyakitkan! Bayangkan saja, sehari penuh berhadapan dengan hp atau laptop, mengejar deadline ini dan itu. Berupaya memberikan terbaik untuk partner kerja dan lain-lain. Berusaha agar sebaik kerja terhasil adanya. 

.

Dan apa yang terjadi? Yang saya dapati hanyalah kesulitan dan kesulitan. Kalaupun segala aktivitas yang lancar, itu tidak menyenangkan. Ya, tidak menyenangkan karena saya tidak melibatkan Allah di dalamnya. Alih-alih lebih dekat dengan-Nya. Malah menjauh selangkah demi selangkah. Padahal jelas sudah tertera dalam Al Qur’an, ketika kita menjadikan Allah satu-satunya tempat meminta pertolongan, maka semuanya beres. Namun ketika Allah kita tinggalkan. Maka rasakan saja kesepianmu!

.

Menampar sekalii! 😥

.

Yakinlah saat kita menjadikan Allah tempat berpulang, tak ada hal yang sia. Tak ada kerja yang biasa. Tak ada lelah yang lemah. Tak ada tindak selain Allah ridhoi segala langkah. Semoga. 

.

Ya, ketika Allah menjadi satu tujuan kita, maka semua yang ada di dunia ini tunduk. Bahkan malaikat turut mendoa atas kebaikan kita. Lalu mengapa ragu? Maka biarkan dunia yang mengikut kita. 

.

Maka mulai malam ini, jam ini, detik ini, mari luruskan kembali jalan hidup kita. Mari menata kembali hati yang lama berserak pentingkan nilai-nilai dunia. Mari kembali nyalakan pelita iman nan ihsan, agar terang gelap fitnah kehidupan yang menggoda. Agar damai jiwa ini dalam penitiannya yang sementara.

.

Selipkan doa keselamatan untuk sesama. Terkhusus untuk diri ini; yang tiada daya tanpa doa rekan-rekan semua.

.

Apalah arti iman bila tak berpendar pada sekitar. Apalah arti sholih bila tak merekat pada sahabat dan kerabat.

.

Semoga Allah tunjukkan pada kita kebenaran, benar. Dan kebathilan, bathil. Serta menguatkan kita tuk berbuat kala tahu benar, dan menjauh kala tahu salah.

.

Salam santun. 🙂

Advertisements