Harapan adalah bunga kehidupan. Indahnya membuat kita miliki semangat serta gambaran bagaimana melalui masa-masa esok lebih baik. Harumnya senantiasa menyejukkan hingga kita tak bosan untuk terus melangkah memperjuangkannya. 

.
Tapi bunga tetaplah bunga. Ada musim di mana ia mengundang berjuta mata menikmati mekarnya. Ada pula musim di mana ia layu, melepaskan diri dan jatuh. 
Dalam merealisasikan harapan, tak dipungkiri hadirnya beragam rintangan. Rasa lelah, ragu, malas, kurangnya dukungan, sampai takdir yang seakan bertolak pihak. 

.
Sadarilah untuk menjadi bunga bukanlah hal yang tak melewati panjang waktu. Sebagaimana menggapai harapan yang tak semudah membalik tangan.

.
Dari sini kita mengingat kisah Syeikh Abdullah Al Azzam ketika ditanya para murid makna ‘sebatas mampu kalian’ melakukan ketaatan seperti diriwayatkan dalam hadis Nabi. Lalu Syeikh Abdullah meminta para murid untuk lari sekuat tenaga mengelilingi lapangan.

.
Satu dua putaran terlampaui. Hingga tiba di putaran ke tiga, satu per satu murid mulai menepi kelelahan. Dalam pikirannya, mereka melakukan semua sebatas mampu mereka. 

.
Melihat hal tersebut Syeikh Abdullah mulai berlari. Satu, dua, tiga, empat putaran terlewati. Para murid heran. Wajah Syeikh sudah terlihat pucat, langkahnya sudah lagi tak seimbang. Namun beliau masih tetap melanjutkan langkah sampai akhirnya pingsan tak sadarkan diri. 

.
Setelah siuman dan terbangun, murid-murid bertanya perihal apa yang hendak beliau ajarkan kepada mereka.

.
“Inilah yang dinamakan titik sebatas mampu kalian. Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita,” jawab Syeikh. 

.
Maka kita tersadar bahwa gugurnya bunga dari tangkai dan pohonnya adalah kuasa Allah. Bisa jadi, sebab telah cukupnya ia menebar harum manfaat, atau memang musim setelahnya bukanlah musim yang terbaik untuk keberadaannya. 

.
Tugas bunga hanya memekar dengan Rahmat dan Taufiq Allah. Ya, tugas kita dalam menggapai harapan adalah dengan upaya sebatas mampu kita, hingga Allah berkata cukup. 

.
Selamat UTS dan salam santun. 😊

Advertisements